Artikel
Tawuran
Maraknya tingkah laku
agresif akhir-akhir ini yang dilakukan kelompok remaja kota merupakan sebuah
kajian yang menarik untuk dibahas. Perkelahian antar pelajar yang pada umumnya
masih remaja sangat merugikan dan perlu upaya untuk mencari jalan keluar dari
masalah ini atau setidaknya mengurangi. Masalah yang lebih menarik lagi adalah
para pelajar SLTA di Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia sering
tawuran dan seolah-olah bangga dengan perilakunya tersebut.
Tawuran
sering dilakukan pada sekelompok remaja terutama oleh para pelajar seolah sudah
tidak lagi menjadi pemberitaan dan pembicaraan yang asing lagi ditelinga kita.
Banyaknya tawuran antar pelajar di kota-kota besar di Indonesia merupakan fenomenayang
sudah biasa bagi kalangan pelajar tersebut. Perkembangan teknologi yang
terpusat pada kota-kota besar mempunyai korelasi yang erat dengan meningkatnya
perilaku agresif yang dilakukan oleh remaja kota. Banyaknya tontonan yang
menggambarkan perilaku agresif dan games yang bisa dimainkan di play station
atau komputer diduga bisa mempengaruhi perilaku. Inti dari pengaruh kelompok
terhadap agresivitas pelajar di kota besar seperti Jakarta atau terhadap
agresivitas antar etnik di Bosnia Herzegovina adalah sama, yaitu identitas
kelompok yang sangat kuat yang menyebabkan timbul sikap negatif dan
mengeksklusifkan kelompok lain.
Tawuran antar pelajar
semakin menjadi semenjak terciptanya geng-geng, Perilaku anarki selalu
dipertontonkan di tengah-tengah masyarakat, mereka sudah tidak merasa kalau
perbuatan mereka itu sangat tidak terpuji dan mengganggu ketenangan masyarakat,
sebaliknya mereka merasa bangga jika masyarakat itu takut dengan geng atau
kelompoknya, padahal seorang pelajar seharusnya tidak melakukan tindakan yang
tidak terpuji seperti itu.
Pengertian
Tawuran
a)
Menurut Wikipedia
Tawuran atau Tubir adalah
istilah yang sering digunakan masyarakat Indonesia, khususnya di kota-kota besar sebagai perkelahian atau
tindak kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok atau suatu rumpun masyarakat.
Sebab tawuran ada beragam, mulai dari hal sepele sampai hal-hal serius yang
menjurus pada tindakan bentrok.
Tawuran merupakan
suatu penyimpangan sosial berupa perkelahian
b)
Menurut KBBI
Dalam kamus bahasa Indonesia
“tawuran”dapat diartikan sebagai perkelahian yang meliputi banyak orang.
Sedangkan “pelajar” adalah seorang manusia yang belajar. Sehingga pengertian
tawuran pelajar adalah perkelahian yang dilakukan oleh sekelompok orang yang
mana perkelahian tersebut dilakukan oleh orang yang sedang belajar.
Secara psikologis, perkelahian yang
melibatkan pelajar usia remaja digolongkan sebagai salah satu bentuk kenakalan
remaja (juvenile deliquency). Kenakalan remaja, dalam hal perkelahian, dapat
digolongkan ke dalam 2 jenis delikuensi yaitu situasional dan sistematik.
1. Delikuensi situasional, perkelahian
terjadi karena adanya situasi yang “mengharuskan” mereka untuk berkelahi.
Keharusan itu biasanya muncul akibat adanya kebutuhan untuk memecahkan masalah
secara cepat.
2. Delikuensi sistematik, para remaja
yang terlibat perkelahian itu berada di dalam suatu organisasi tertentu atau
geng. Di sini ada aturan, norma dan kebiasaan tertentu yang harus diikuti
angotanya, termasuk berkelahi. Sebagai anggota, tumbuh kebanggaan apabila dapat
melakukan apa yang diharapkan oleh kelompoknya. Seperti yang kita ketahui bahwa
pada masa remaja seorang remaja akan cenderung membuat sebuah genk yang mana
dari pembentukan genk inilah para remaja bebas melakukan apa saja tanpa
adanya peraturan-peraturan yang harus dipatuhi karena ia berada dilingkup
kelompok teman sebayanya.
Penyebab-penyebab Tawuran
Penyebab terjadinya tawuran antar pelajar antara lain disebabkan karena ;
A Faktor Internal
Faktor internal ini berhubungan dengan pribadi
siswa, yaitu perilaku yang berkaitan erat dengan kebiasaan buruk yang terus
berkembang dan tidak adanya pengawasan dari orang lain, kurangnya komunikasi
yang baik sehingga dalam suatu permasalahan tidak bisa terselesaikan dengan
baik pula, kurangnya pengetahuan yang komplek terhadap aspek lingkungan sekitar
, antara lain : agama, sosial, budaya, ekonomi, dll, serta ketidakstabilan
emosi yang tidak bisa dikendalikan disaat sesorang butuh pengakuan atas
keberadaannya.
B Faktor Eksternal
Faktor eksternal ini adalah faktor yang
datangnya dari luar, yang sangat mempengaruhi individu, antara lain ;
a) Faktor
Orang Tua atau Keluarga
Peran serta orang tua atau keluarga
sangatlah penting, karena didikan pertama berasal dari sini. Maka dari sinilah
dituntut peran orang tua dalam mendidik anaknya dengan benar, karena orang tua
akan menjadi teladan untuk anak-anaknya, pendidikan moral, rasa kasih sayang
dan perhatian kepada anak-anaknya bisa membuat anak merasa menjadi pribadi yang
baik dan anak akan merasa nyaman, serta keharmonisan atau kedekatan antara
orang tua dengan anak sangatlah dibutuhkan untuk membangun komunikasi yang baik
dari sedini mungkin.
b) Faktor
Sekolah
Sekolah merupakan tempat untuk menuntut
ilmu, namun tidak bisa dipungkiri bahwa asal mula pemilihan sekolah bisa
berdampak baik/buruk untuk para siswanya, jadi jangan salah pilih.
Sekolah tidak hanya untuk
menjadikan para siswa pandai secara akademik namun juga pandai secara akhlaknya
. Sekolah merupakan wadah untuk para siswa mengembangkan diri menjadi lebih
baik. Namun sekolah juga bisa menjadi wadah untuk siswa menjadi tidak
baik.,sebagai contoh perilaku seorang guru haruslah menjadi teladan bagi
murid-muridnya dan pengawasan yang ekstra saat berada dilingkungan sekolah .
c) Faktor
Lingkungan dan masyarakat
Selain faktor keluarga dan sekolah,
faktor lingkungan juga sangatlah penting baik itu lingkungan disekitar rumah
ataupun sekolah, karena dalam kesehariannya seorang individu haruslah
bersosialisasi, dalam hal ini bisa diartikan sebagai teman sepermainan. Apabila
kita berada dalam lingkungan yang kurang baik maka secara lambat laun apabila
kita tidak bisa mengendalikan atau mengontrol diri maka akan terbawa ke pergaulan
yang kurang baik juga, begitupula sebaliknya, dan sering terjadi peristiwa
dimasyarakat yang bersifat kriminal bisa langsung dilihat dengan media-media
seperti tv, radio, sosial networking,dll , hal ini juga bisa membuat pola fikir
seorang siswa tersulut bilamana tidak bisa membedakan mana yang baik dan yang
benar.
Dampak akibat tawuran
Dampak-dampak yang ditimbulkan akibat tawuran antara lain sebagai berikut :
-
Kerugian Fisik , seperti cidera ataupun kehilangan nyawa
- Kerugian
Non Fisik, seperti rusaknya sarana-sarana ditempat kejadian tawuran
- Rasa
malu orang tua dan pihak sekolah atas ketidakberhasilan mendidik anak didiknya
- Tidak
respeknya orang-orang disekitar
- Proses
pembelajaran yang tertunda, dikarenakan skorsing ataupun di keluarkan dari
sekolah
-
Dipenjarakan
-
Menurunnya moralitas para pelajar
Cara-cara untuk menghindari tawuran
a)
Memberikan pendidikan moral yang baik
b) Adanya
Figur yang menjadi teladan, yang bisa memberikan contoh yang baik, seperti
orang tua, guru ataupun teman)
c) Orang
tua memberikan perhatian lebih dengan mengakui keberadaannya
d) Menggunakan
waktu luang dengan mengikuti kegiatan-kegiatan positif yang diselenggarakan
oleh sekolah ataupun kegiatan diluar sekolah, seperti olahraga, kegiatan musik,
les, atau mengikuti suatu organisasi yang bermanfaat.
e) Lebih
dekat dengan keluarga, karena banyak hal yang bisa didiskusikan dan bisa
dipecahkan bersama-sama.