EKONOMI KOPERASI
Nama : M.
SYAHRUL RIZKY
Kelas :
2EA18
NPM : 15213784
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya
sehingga saya berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada
waktunya yang berisikan materi dari “EKONOMI KOPERASI” dari bab awal hingga
akhir untuk membantu kelangsungan belajar saya.
Makalah ini berisikan tentang ekonomi koprerasi atau yang lebih khususnya membahas tentang sejarah kperasi, prinsip serta fungsi, organisasi serta menajemannya, tujuanya, keberhasilan koperasi dari segi anggota dan perusaan serta peranan koperasi.
Diharapkan makalah ini
dapat memberikan informasi kepada kita semua termasuk saya yang perlu memahami
materi yang ada di makalah ini dan semoga makalah ini dapat membantu saya dalam
belajar tentang ekonomi koperasi dalam keseluruhan nya. Serta kewajiban saya
sebagai mahasiswa yang harus menyelesaikan tugas dengan baik, dan Saya
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan
demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata saya ucapkan
terimakasih dan semoga Allah meridhai segala usaha kita. Amien
Di Indonesia pengenalan koperasi memang
dilakukan oleh dorongan pemerintah, bahkan sejak pemerintahan penjajahan
Belanda telah mulai diperkenalkan. Gerakan koperasi sendiri mendeklarasikan
sebagai suatu gerakan sudah dimulai sejak tanggal 12 Juli 1947 melalui Kongres
Koperasi di Tasikmalaya.
Pengalaman di tanah air kita lebih unik
karena koperasi yang pernah lahir dan telah tumbuh secara alami di jaman
penjajahan, kemudian setelah kemerdekaan diperbaharui dan diberikan kedudukan
yang sangat tinggi dalam penjelasan undang-undang dasar. Dan atas dasar itulah
kemudian melahirkan berbagai penafsiran bagaimana harus mengembangkan
koperasi.Paling tidak dengan dasar yang kuat tersebut sejarah perkembangan
koperasi di Indonesia telah mencatat tiga pola pengembangan koperasi.
Secara khusus pemerintah memerankan fungsi
“regulatory” dan “development” secara sekaligus (Shankar 2002). Ciri utama
perkembangan koperasi di Indonesia adalah dengan pola penitipan kepada program
yaitu:
1.Program pembangunan secara sektoral
seperti koperasi pertanian, koperasi desa,KUD;
2.Lembaga-lembaga pemerintah dalam koperasi
pegawai negeri dan koperasi fungsional lainnya; dan
3.Perusahaan baik milik negara maupun swasta
dalam koperasi karyawan. Sebagai akibatnya prakarsa masyarakat luas kurang
berkembang dan kalu ada tidak diberikan tempat semestinya.
Selama ini “koperasi” dikembangkan dengan
dukungan pemerintah dengan basis
sektor-sektor primer dan
distribusi yang memberikan lapangan kerja XE "lapangan kerja"
terbesar bagi penduduk Indonesia. Sebagai contoh sebagian besar KUD XE
"KUD"sebagai koperasi program XE "program" di sektor
pertanian didukung dengan program pembangunan XE "pembangunan" untuk
membangun KUD.
Disisi lain pemerintah memanfaatkan KUD
untuk mendukung program pembangunan pertanian untuk swasembada beras seperti
yang selama PJP I, menjadi ciri yang menonjol dalam politik XE
"politik" pembangunan koperasi. Bahkan koperasi secara eksplisit
ditugasi melanjutkan program yang kurang berhasil ditangani langsung oleh
pemerintah bahkan bank pemerintah, seperti penyaluran kredit BIMAS menjadi KUT,
pola pengadaan beras pemerintah,TRI dan lain-lain sampai pada penciptaan
monopoli baru (cengkeh).Sehingga nasib koperasi harus memikul beban kegagalan
program, sementara koperasi yang berswadaya praktis tersisihkan dari perhatian
berbagai kalangan termasuk para peneliti dan media masa.
Dalam pandangan pengamatan internasional
Indonesiamengikuti lazimnya pemerintah di Asia yang melibatkan koperasi secara
terbatas sepertidi sektor pertanian (Sharma,1992). Namun uniknya,ternyata
koperasi Indonesia selama setengah abad lebih kemerdekaannya, tidak menunjukkan
perkembangan yangn menggembiarkan. Koperas itidak tampak di permukaan sebagai
“bangun perusahaan” yang kokoh dan mampu sebagai landasan (fundamental)
perekonomian, serta dalam sistem ekonomi Indonesia,koperasi berada pada sisi
marjinal.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimana sejarah perkoperasian di
Indonesia ?
2. pengertian dan prinsip koperasi dari
beberapa tokoh ?
3. pengertian koperasi menurut beberapa
tokoh ?
Tujuan Penulisan
·
Menjelaskan
pengertian koperasi.
· Menjeaskan hal-hal yang
berkaitan dengan koperasi.
Penulis
(Syahrul)
Depok,
28 September 2014
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
i
PENDAHULUAN
ii
DAFTAR
ISI
iii
BAB I KONSEP, ALIRAN, DAN
SEJARAH KOPERASI 9
A.KONSEP
KOPERASI
9
B.LATAR BELAKANG TIMBULNYA ALIRAN KOPERASI 9
C.SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI
9
BAB II PENGERTIAN DAN PRINSIP
KOPERASI 10
A.PENGERTIAN
KOPERASI
10
B.TUJUAN
KOPERASI
10
C.PRINSIP-PRINSIP
KOPERASI 10
BAB III ORGANISASI DAN
MANAJEMEN 11
A. BENTUK ORGANISASI 11
B.HIRARKI TANGGUNG JAWAB 11
C.POLA MANAJEMEN 11
BAB IV TUJUAN DAN FUNGSI
KOPERASI
12
A.PENGERTIAN BADAN USAHA
12
B.KOPERASI SEBAGAI BADAN
USAHA
12
C.TUJUAN DAN NILAI KOPERASI
12
D.MENDEFINISIKAN TUJUAN PERUSAHAAN
KOPERASI 12
E.KETERBATASAN TEORI
PERUSAHAAN
12
F.TEORI
LABA 12
G.FUNGSI
LABA 12
H.KEGIATAN
USAHA
12
BAB V SISA HASIL
USAHA
13
A.PENGERTIAN SHU INFORMASI
DASAR
13
B.RUMUS PEMBAGIAN
SHU
13
C.PRINSIP-PRINSIP PEMBAGIAN
SHU
13
D.PEMBAGIAN SHU PER
ANGGOTAN
13
BAB VI POLA MANAJEMEN
KOPERASI
14
A.PENGERTIAN MANAJEMEN DAN PERANGKAT
ORGANISASI
14
B.RAPAT
ANGGOTA
14
C.PENGURUS
14
D.PENGAWAS
14
E.MANAJER
14
F.PENDEKATAN SISTEM PADA
KOPERASI 14
BAB VII JENIS DAN BENTUK
KOPERASI 15
A.JENIS
KOPERASI
15
B.KETENTUAN PENJENISAN KOPERASI UU
No.12/1967
15
C.BENTUK
KOPERASI 15
BAB VIII PERMODALAN
KOPERASI
16
A.ARTI MODAL
KOPERASI
16
B.SUMBER
MODAL
16
C.DISTRIBUSI CADANGAN
KOPERASI 16
BAB IX EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI
DILIHAT DARI SISI ANGGOTA 17
A.EFEK-EFEK EKONOMIS
KOPERASI
17
B.EFEK HARGA DAN EFEK
BIAYA
17
C.ANALISISI HUBUNGAN EKONOMIS DENGAN KIEBERHASILAN KOPERASI
17
D.PENYAJIAN DAN ANALISIS NERACA
PELAYANAN 17
BAB X EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT
DARI SISI
PERUSAHAAN
18
A.EFISIENSI PERUSAHAAN KOPERASI
18
B.EFEKTIVITAS
KOPERASI
18
C.PRODUKTIVITAS KOPERASI
18
D.ANALISIS LAPORAN
KOPERASI
18
BAB XI PERANAN
KOPERASI
19
A.DIPASAR PERSAINGAN
SEMPURNA
19
B.DIPASAR
MONOPOLISTIK
19
C.DIPASAR
MONOPSONI
19
D.DIPASAR
OLIGOPOLI
19
BAB XII PEMBANGUNAN
KOPERASI
20
A.PEMBANGUNAN KOPERASI DI NEGARA BERKEMBANG 20
KESIMPULAN
21
REFERENSI
22
BAB I
KONSEP,ALIRAN
DAN SEJARAH KOPERASI
Konsep koperasi dibagi menjadi tiga yaitu :
konsep koperasi barat
konsep koperasi sosialis
konsep koperasi negara berkembang.
Menurut Paul Hubert Casselman membagi 3
aliran yaitu:
A. Aliran Yardstick
B. Aliran Sosialis
C. Aliran Persemakmuran
Sejarah lahirnya koperasi pada tahun 1844 di
Rochdale Inggris, lahirnya koperasi modern yang berkembang dewasa ini. Kemudian
tahun 1862 dibentuklah Pusat Koperasi Pembelian “The Cooperative Whole Sale
Society (CWS). Lalu pada tahun 1818 – 1888 koperasi berkembang di Jerman
dipelopori oleh Ferdinan Lasalle, Fredrich W. Raiffesen. Dan pada tahun 1808 –
1883 koperasi berkembang di Denmark dipelopori oleh Herman Schulze. Setelah itu
pada tahun 1896 di London terbentuklah ICA (International Cooperative Alliance)
maka koperasi telah menjadi suatu gerakan internasional. Seiring berjalannya
waktu, koperasi mulai berkembang ke Negara Indonesia, berawal pada tahun 1895
di Leuwiliang didirikan pertama kali koperasi di Indonesia (Sukoco, Seratus
Tahun Koperasi di Indonesia).
BAB II
PENGERTIAN
DAN PRINSIP-PRINSIP KOPERASI
Ada beberapa definisi dari beberapa ahli,
seperti ILO, Chaniago, Dooren, Hatta, Munker, dan dari UU No.25/1992. Secara
umum koperasi ialah badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya
berdasarkan prinsip koperasi serta sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar
atas asas kekeluargaan. Koperasi merupakan wadah demokrasi ekonomi dan social,
milik bersama para anggota, pengurus maupun pengelola.
Koperasi mempunyai Tujuan utama adalah
mewujudkan masyarakat adil makmur material dan spiritual. Koperasi juga
mempunyai prinsip sebagai landasan bekerja bagi koperasi dalam melakukan
kegiatan organisasi dan bisnisnya, sekaligus merupakan cirri khas dan jati diri
Beberapa Prinsip – prinsip Koperasi menurut
para ahli :
a. Prinsip Munkner
b.
Prinsip Rochdale
c.
Prinsip Raiffeisen
d. Prinsip
Schulze
e. Prinsip ICA
f.
Prinsip-prinsip Koperasi Indonesia
BAB III
ORGANISASI
DAN MANAJEMEN
Bentuk organisasi menurut para ahli:
>Bentuk Organisasi Menurut Hanel :
Merupakan bentuk organisasi yang tanpa
memperhatikan bentuk hukum dan dapat didefiniskan dengan pengertian hukum.
> Bentuk Organisasi Menurut Ropke :
Merupakan bentuk organisasi bisnis yang para
anggotanya adalah juga pelanggar utama dari perusahaan
> Bentuk Organisasi Di Indonesia :
Merupakan suatu susunan tanggung jawab para
anggotanya yang melalui hubungan dan kerjasama dalam organisasi perusahaan
tersebut.
Pada organisasi adapun hirarki
tanggung jawab yaitu:
-Pengurus
-Pengawas
- Pengelola
Dan pola definisi Manajemen menurut
Stoner adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan
sumberdaya-sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang
telah ditetapkan.Menurut Prof. Ewell Paul Roy, Ph.D mengatakan bahwa manajemen
koperasi melibatkan 4 unsur (perangkat) yaitu:
a). Anggota
b). Pengurus
c). Manajer
d). Karyawan merupakan penghubung antara
manajemen dan anggota pelanggan
BAB IV
TUJUAN
DAN FUNGSI KOPERASI
PENGERTIAN BADAN USAHA
Badan usaha merupakan kesatuan yuridis
(hukum) yang bertujuan mencari laba atau keuntungan.
KOPERASI SEBAGAI BADAN USAHA
Sebagai badan usaha, koperasi tetap tunduk
terhadap kaidah-kaidah perusahaan dan prinsip –prinsip ekonomi yang berlaku.
Tujuan perusahaan adalah untuk memaksimumkan
nilai perusahaan ternyata mendapat kritik karena dinilai terlalu sempit dan
tidak realistis.
tujuan umumnya didapat dikelompokkan
menjadi 4 yaitu:
1. Memaksimumkan
keuntugan (Maximize profit)
2. Memaksimumkan
nilai perusahaan (Maximize the value of the firm)
3. Memaksimumkan
biaya (minimize profit)
4.
Mendefinisikan Tujuan Perusahaan Koperasi
Untuk koperasi diindonesia, tujuan badan
usaha koperasi adaalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan
masyarakat pada umumnya (UU No. 25/1992 pasal 3). Tujuan ini dijabarkan dalam
berbagai aspek program oleh manajemen koperasi pada setiap rapat angggota
tahunan
BAB V
SISA
HASIL USAHA
Sisa Hasil Usaha Koperasi merupakan
pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi biaya, penyusutan
dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
Rumus Pembagian SHU
Di dalam AD/ART koperasi telah ditentukan
pembagian SHU sebagai berikut: Cadangan koperasi 40%, jasa anggota 40%, dana
pengurus 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 5%, dana sosial 5%, dana
pembangunan lingkungan 5%.
Tidak semua komponen di atas harus diadopsi
dalam membagi SHU-nya. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang
ditetapkan dalam rapat anggota..
BAB VI
POLA
MANAJEMEN KOPERASI
Pengertian manajemen ialah suatu proses
tertentu yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan
pengawasan penggunaan suatu ilmu dan seni yang bersama-sama menyelesaikan tugas
untuk mencapai tujuan.
Pengertian koperasi
Koperasi adalah usaha bersama untuk
memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong menolong.
Pengertian manajemen koperasi itu
sendiri adalah Manajemen Koperasi dapat diartikan sebagai suatu proses untuk
mencapai tujuan melalui usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan.
Dalam pola manajemen ada rapat anggota
dimana seorang anggota berhak menghadiri rapat anggota dan memberikan suara
dalam rapat anggota serta mengemukakan pendapat dan saran kepada pengurus baaik
di luar maupun di dalam rapat anggota. Anggota juga harus ikut serta mengadakan
pengawasan atas jalannya organisasi dan usaha koperasi. Menurut Leon Garayon
dan Paul O. Mohn fungsi pengurus adalah:
· Pemberi nasihat
· Pengawas atau orang yang dapat dipercaya
· Pusat pengambil keputusan tertinggi
· Penjaga berkesinambungannya organisasi
Dalam pola manajemen tentunya harus ada
pengawas, tugas pengawas adalah melakukan pemeriksaan terhadap tata kehidupan
koperasi, termasuk organisasi, usaha-usaha dan pelaksanaan kebijaksanaan
pengurus, serta membuat laporan tertulis tentang pemeriksaan
Pengawas bertindak sebagai orang-orang
kepercayaan anggota dalam menjaga harta kekayaan anggota dalam koperasi.
BAB VII
JENIS
DAN BENTUK KOPERASI
Koperasi memiliki berbagai macam jenis
yaitu:
Jenis menurut PPO 60 thn 1959
-
Koperasi Desa
-
Koperasi Pertanian
-
Koperasi Peternakan
-
Koperasi Perikanan
-
Koperasi Kerajinan/Industri
Jenis koperasi teori klasik
-
Koperasi pemakaian (konsumsi)
-
Koperasi Penghasil (Produksi)
-
Koperasi Simpan Pinjam
Selain jenis-jenis koperasi juga ada bentuk
koperasi yaitu:
Menurut PP No.60/1959:
-
Koperasi Primer
-
Koperasi Pusat
-
Koperasi Gabungan
-
Koperasi Induk
BAB VIII
PERMODALAN
KOPERASI
Modal merupakan dana yang akan
digunakan untuk melaksanakan usaha-usaha koperasi. Ada Modal jangka
panjang dan Modal jangka pendek. Modal tersebut juga mempunyai sumber modal
yaitu menurut UU No 12/1967 Simpanan Pokok adalah sejumlah uang yang diwajibkan
kepada anggota untuk diserahkan kepada Koperasi pada waktu seseorang masuk
menjadi anggota Koperasi tersebut dan jumlahnya sama untuk semua anggota.
Simpanan Wajib adalah simpanan tertentu yang diwajibkan kepada anggota yang
membayarnya kepada Koperasi pada waktu-waktu tertentu. Simpanan Sukarela adalah
simpanan anggota atas dasar sukarela atau berdasarkan perjanjian-perjanjian
atau peraturan –peraturan khusus. Dan menurut UU No 25/1992 Modal sendiri
(equity capital) , bersumber dari simpanan pokok anggota, simpanan wajib, dana
cadangan, dan donasi/hibah. Modal pinjaman ( debt capital), bersumber dari
anggota, koperasi lainnya, bank atau lembaga keuangan lainnya, penerbitan
obligasi dan surat hutang lainnya, serta sumber lain yang sah.
BAB IX
EVALUASI
KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI ANGGOTA
EFEK-EFEK EKONOMIS KOPERASI
Hubungan yang terpenting harus dilakukan
koperasi adalah dengan para anggotanya, yang kedudukannya sebagi pemilik
sekaligus pengguna jasa koperasi. Motivasi ekonomi anggota sebagi pemilik akan
mempersoalkan dana/simpanan-simpanan yang telah di serahkannya, apakah
menguntungkan atau tidak.
EFEK HARGA DAN EFEK BIAYA
Partisipasi anggota menentukan keberhasilan
koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota di pengaruhi oleh beberapa
faktor diantaranya, besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi secara
utilitarian maupun normatif. Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan
ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang di maksud adalah insentif berupa pelayanan
barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien, atau adanya pengurangan
biaya dan atau di perolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari
keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.
ANALISI HUBUNGAN EFEK EKONOMIS DENGAN
KEBERHASILAN KOPERASI
Dalam badan usaha koperasi, laba bukanlah
satu-satunya yang di kejar oleh manajemen, melainkan juga aspek pelayanan. Di
tinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar
kecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya. Semakin
tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang di terima
oleh anggota.
PENYAJIAN DAN ANALISIS NERACA
PELAYANAN
Di sebabkan oleh perubahan kebutuhan dari
para anggota dan perubahan lingkungan koperasi, terutama tantangan tantangan
kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota harus secara kontinu di
sesuaikan.
Ada dua faktor utama yang mengharuskan
koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya.
·
Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi
non koperasi).
·
Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban
BAB X
EVALUASI
KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI PERUSAHAAN
EFISIENSI PERUSAHAAN KOPERASI
Efesiensi merupakan penghematan input yang
di ukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya dengan input
realisasi atau sesungguhnya.
Di hubungkan dengan waktu terjadinya
transaksi di perolehnya manfaat ekonomi oleh
anggota dapat di
bagi menjadi dua jenis manfaat ekonomi yaitu,
-
Manfaat ekonomi langsung (MEL)
-
Manfaat ekonomi tidak langsung (METL)
EFEKTIVITAS KOPERASI
Efektivitas merupakan pencapaiaan target
output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya,
dengan output realisasi.
Rumus perhitungan Efektivitas Koperasi
(EvK):
EvK = (Realisasi SHUk + Realisasi MEL) /
(Anggaran SHUk + Anggaran MEL)
PRODUKTIVITAS KOPERASI
Produktivitas adalah pencapaian target
output atas input yang digunakan.
Rumus perhitungan Produktivitas
Perusahaan Koperasi:
PPK = (SHUk / Modal koperasi) x 100%
ANALISIS LAPORAN KOPERASI
Umumnya laporan keuangan meliputi:
(1) Neraca
(2) Perhitungan Hasil Usaha (Income
Statement)
(3) Laporan arus kas (cash flow)
(4) Catatan atas laporan keuangan
BAB XI
PERANAN
KOPERASI
PERANAN KOPERASI DIBERBAGAI KEADAAN
PERSAINGAN
Di Pasar Persaingan Sempurna (perfect
competitive market)
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna :
– Adanya penjual dan pembeli yang sangat
banyak
– Produk yang dijual perusahaan adalah
sejenis (homogen)
– Perusahaan bebas untuk mesuk dan keluar
– Para pembeli dan penjual memiliki
informasi yang sempurna
Di Pasar Monopolistik
Ciri-cirinya :
-
Banyak pejual atau pengusaha dari suatu produk yang beragam
-
Produk yang dihasilkan tidak homogeny
-
Ada produk substitusinya
-
Keluar atau masuk ke industri relatif mudah
-
Harga produk tidak sama disemua pasar, tetapi berbeda-beda sesuai dengan
keinginan penjualnya
Di Pasar Monopsoni
Monopsoni adalah keadaan dimana satu
pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas
barang dan/atau jasa dalam suatu pasar.
Di Pasar Oligopoli
Oligopoli adalah struktur pasar dimana hanya
ada beberapa perusahaan(penjual) yang menguasai pasar. Dua strategi dasar
untuk Koperasi dalam pasar oligopoli yaitu strategi harga dan nonharga
BAB XII
PEMBANGUNAN
KOPERASI
PEMBANGUNAN KOPERASI DI INDONESIA
Sejarah kelahiran dan berkembangnya koperasi
di negara maju dan negara berkembang memang sangat diametral. Di Negara maju
koperasi lahir sebagai gerakan untuk melawan ketidakadilan pasar, oleh karena
itu tumbuh dan berkembang dalam suasana persaingan pasar. Bahkan dengan
kekuatannya itu koperasi meraih posisi tawar dan kedudukan penting dalam
konstelasi kebijakan ekonomi termasuk dalam perundingan internasional.
Di negara berkembang koperasi dirasa perlu
dihadirkan dalam kerangka membangun institusi yang dapat menjadi mitra negara
dalam menggerakkan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.
Permasalahan dalam Pembangunan Koperasi:
Masalah internal koperasi antara lain:
kurangnya pemahaman anggota akan manfaat koperasi dan pengetahuan tentang
kewajiban sebagai anggota. Harus ada sekelompok orang yang punya kepentingan
ekonomi bersama yang bersedia bekerja sama dan mengadakan ikatan social
Masalah eksternal koperasi antara lain iklim
yang mendukung pertumbuhan koperasi belum selaras dengan kehendak anggota
koperasi, seperti kebijakan pemerintah yang jelas dan efektif untuk perjuangan
koperasi, sistem prasarana, pelayanan, pendidikan, dan penyuluhan.
KESIMPULAN
“Dapat kita kutip kesimpulan dari makalah yang sederhana ini ialah kemampuan mengembangkan usahanya baik dibidang jasa, ekonomi maupun perdagangan yang bersifat dan mempunyai susunan seperti koperasi sangat bagus dan sangat berguna bagi masyarakat hidup orang banyak. Dan dengan sikap atau rasa kemandirian untuk bangkit ataupun hidup menjadi lebih baik lagi banyak manfaat yang kita peroleh dari itu. Dan dengan rasa mandiri itupun kita dapat mengikuti arus tren globalisasi seiring perkembangan zaman serta tuntutan hidup, baik berguna bagi orang lain maupun diri sendiri.”
REFERENSI
http://teguhindrabastian.blogspot.com/2012/01/sisa-hasil-usaha-koperasi-shu-koperasi.html
( Di akses 27 September 2014)
http://madewahyusubrata.blogspot.com/2012/10/tujuan-nilai-koperasi.html
(Di akses 27 September 2014)
http://putrijulaiha.blogspot.com/2012/01/pembagian-shu-per-anggota.html
(Di akses 28 September 2014)
slideshare.net/2012/01/sisa-hasil-usaha-koperasi-shu-koperasi.html
(Di akses 28 September 2014)
http://fisipol.unmuhjember.ac.id/berita/140.aspx
(Di akses 27 September 2014)
http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi
(Di akses 28 September 2014)
http://www.scribd.com/collections/2502018/Sejarah-Koperasi-Indonesia
(Di akses 28 September 2014)
http://clarajanuary.wordpress.com/2012/10/22/makalah-ekonomi-koperasi/(Di
akses 28 September 2014)
http://deaayumadhafiransyah.wordpress.com/2013/10/25/ekonomi-koperasi/(Di
akses 28 September 2014)